Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerajinan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 April 2008
Kerajinan Batik Kayu
Berbagai barang kerajinan ini terlihat antik dan menarik. Ini merupakan karya seni para perajin batik kayu di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Batik kayu merupakan ide kreatif perajin batik. Kalau sebelumnya media membatik menggunakan kain, kini berkembang untuk produk kerajinan yang terbuat dari kayu. Lokasi sentra kerajinan batik kayu terletak di luar kota Yogyakarta. Tepatnya di Dusun Krebet, Sendang Sari, Pajangan, Bantul. Sekitar satu jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Di Sanggar Peni ini dibuat berbagai barang kerajinan batik kayu. Mulai dari patung hewan, topeng, tempat perhiasan, hingga patung pengantin. Semua barang kerajinan ini merupakan buatan tangan. Karena itu, barang yang dihasilkan terlihat lebih halus dan gambarnya sangat detil. Proses pengerjaan kerajinan batik kayu dimulai dari pembuatan barang yang akan dibatik. Bahan yang digunakan kayu albasia atau kayu sengon. Kayu albasia dipilih karena lebih mudah dibentuk dan awet. Setelah bahan kayu terbentuk, lalu dihaluskan dengan cara diamplas. Proses penghalusan ini dilakukan agar barang yang dihasilkan terlihat lebih bagus, dan bernilai seni tinggi. Bahan kayu yang telah halus kemudian digambar. Ini sekaligus sebagai patokan untuk proses pembatikan. Proses ini dilakukan dengan pengawasan langsung oleh istri pak Kemiskidi. Selanjutnya memasuki proses pembatikan. Proses ini dilakukan sebagaimana membatik kain. Alat yang digunakan canting untuk membatik, kompor kecil, wajan dan lilin batik atau malam. Karena memerlukan ketelitian dan kesabaran, pengerjaan ini dilakukan kaum perempuan. Kini memasuki tahap pewarnaan. Proses pewarnaan dilakukan dua kali, sehingga warna yang dihasilkan tebal dan sesuai dengan yang diinginkan. Setelah warna kering, barulah memasuki proses finishing atau sentuhan akhir. Proses finishing ini menggunakan bahan aqua letter sehingga aman untuk kesehatan. Barang yang telah jadi diletakkan di ruangan ini. Berbagai barang kerajinan batik kayu dapat dilihat disini. Mulai dari yang berbentuk patung hewan, topeng, hingga patung pengantin. Barang kerajinan batik kayu ini dijual ke wilayah sekitar Yogyakarta, Jakarta dan Bali. Untuk ekspor umumnya dilakukan melalui pedagang perantara. Agar barang sampai ke tangan pembeli tidak rusak, sebelum dikirim dilakukan pengemasan dengan menggunakan kertas karton.Tim liputan: Asep Syaifullah, Damar Galih & Sri Indro (Helmi Azahari)
Minggu, 20 April 2008
Kerajinan Bunga Kering
Berbagai jenis hiasan interior ruangan ini terlihat indah dan menarik. Hiasan berupa bunga kering terlihat nyaris seperti bunga asli. Produk kerajinan ini dapat digunakan untuk hiasan interior ruangan maupun taman. Bentuknya yang beragam dengan paduan warna yang alami, membuat produk kerajinan ini terlihat indah dipandang. Sentra kerajinan bunga kering terletak di kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di Jalan Bajar Sari Raya, Antapani. Pemiliknya Haji Dodi Iryana, yang telah menekuni usaha ini sejak lebih dari dua tahun lalu. Disinilah berbagai produk kerajinan hiasan interior ruangan dan taman dibuat. Tidak hanya berupa bunganya, namun juga batang pohon, rantingnya, dan aksesoris pendukungnya. Di studio bunga kering ini, Haji Dodi membuat berbagai jenis bunga kering beserta aksesoris pendukungnya, dengan dibantu 10 orang perajin yang sebagian besar wanita. Hiasan bunga kering dibuat dari berbagai bahan alami. Seperti kulit jagung dan mangga laut. Sedangkan rantingnya dibuat dari pohon mahoni dan pohon pinus. Dengan diberi sentuhan seni, melalui proses pengeringan dan pengeleman, berbagai bahan alami diolah menjadi booklet bunga yang indah. Proses pembuatan kerajinan bunga kering cukup sederhana. Semuanya dikerjakan tangan - tangan terampil ibu rumah tangga. Mereka bekerja disini mengisi waktu luang, setelah pekerjaan di rumah selesai. Hasil kerajinan yang telah jadi diletakkan di ruangan pamer. Disini dapat dilihat berbagai jenis bunga kering, yang telah dirangkai menjadi hiasan bunga. Selain itu juga terdapat berbagai aksesoris pendukung dokarasi ruangan dan hiasan taman, seperti bingkai pelepah pisang dan lampion. Hasil kerajinan bunga kering ini dipasarkan disekitar Bandung dan Jakarta. Selain dijual, berbagai hiasan bunga kering ini juga disewakan untuk pameran maupun dekorasi pesta perkawinan. Bila ditekuni dengan sungguh – sungguh, usaha kerajinan bunga kering memiliki prospek yang bagus. Keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar, sekitar 15 persen. Namun perputaran uangnya cukup lancer, karena peminat bunga kering cukup banyak, baik untuk koleksi pribadi, maupun sekedar menyewa untuk event-event tertentu. Tim liputan: Yadi Supyandi & Damar Galih (Helmi Azahari)
Rabu, 09 April 2008
Tas Dari Limbah Plastik
Berbagai jenis tas wanita ini terlihat indah. Paduan warna perak dan warna mencolok merupakan daya tarik tas wanita ini.Siapa sangka, tas dan akesorisnya ini terbuat dari limbah plastik, berupa sisa plastik PVC alumunium foil. Usaha kerajinan tas ini terdapat di kawasan Ciledug Tangerang, Banten. Pengelolanya Slamet Riyadi, seorang pensiunan pegawai swasta. Dia telah menekuni usaha ini lebih dari sepuluh tahun. Ide kreatif pembuatan tas dari limbah plastik ini berawal dari sulitnya menemukan bahan baku anyaman daun pandan. Kemudian muncul ide untuk menggunakan bahan limbah plastik. Selain mudah didapat, juga untuk mengurangi sampah kota. Keunggulan bahan plastik aluminium foil lebih fleksibel, elastis dan lentur sehingga lebih mudah dibentuk. Proses pembuatan tas dan barang kerajinan dari limbah plastik ini cukup mudah. Bahan limbah plastik, yang di datangkan dari sejumlah pabrik di kawasan Tangerang, terlebih dahulu dicuci. Kemudian dipotong tipis dengan menggunakan mesin khusus. Limbah plastik alumunium foil yang telah dipotong tipis kemudian dianyam oleh para perajin yang merupakan warga sekitar. Penganyamnya kebanyakan ibu-ibu yang telah lanjut usia. Dalam hal menganyam, para wanita lansia ini memang lebih teliti, dan hasilnya lebih rapi. Mereka memang telah menguasai keterampilan menganyam sejak lama. Yang dianyam tidak saja berupa tas, tetapi juga berbagai barang kerajinan lain, seperti tempat botol. Melihat ibu-ibu lansia ini sangat terampil menganyam, sayapun tertarik untuk mencoba. Tas dan barang kerajinan yang dihasilkan dijual ke seluruh wilayah nusantara. Terutama ke Jakarta dan Bali. Harganya bervariasi tergantung model dan tingkat kesulitan pembuatannya. Berkisar antara lima puluh ribu hingga dua ratus ribu rupiah. Tim liputan: Yadi Supyandi & Warsam Aji (Helmi Azahari)
Selasa, 08 April 2008
Kerajinan Curug Gentong
Ini merupakan produk kerajinan Curug Gentong atau miniatur air terjun di dalam gentong. bentuknya indah dan memberikan kesejukan. Paduan warna alami, dan suara gemericik air menciptakan suasana yang asri dan tenang. Sentra kerajinan Curug Gentong ini terletak di Depok, Jawa Barat. pembuatnya Hajah Ritta Rico bersama suaminya. Letaknya tidak jauh dari jalan Margonda Raya, Depok. Proses pembuatan kerajinan Curug Gentong ini tidak begitu sulit. Yang diperlukan ide kreatif disertai ketelitian, ketekunan dan kesabaran. Bahan bakunya gentong yang terbuat dari tanah liat yang dilubangi. Di bagian dalamnya diberi pecahan puing yang dilapisi semen, sehingga membentuk pemandangan berupa curug atau air terjun yang indah. Agar tampak lebih artistik, di bagian pinggirnya diberi semen dan dicat alami. Untuk menambah indah pemandangan, di bagian dalam gentong diberi miniatur jembatan dan pondokan. Guna menciptakan nuansa pemandangan air terjun, gentong dilengkapi dengan pompa air aquarium. Sehingga air dari dasar gentong dapat dipompa ke atas, dan mengalir ke bawah, bagaikan suasana di sekitar air terjun. Pembuatan satu Curug Gentong ini memerlukan waktu 3 sampai 4 hari. Di tempat ini juga diadakan pelatihan bagi mereka yang ingin belajar membuat kerajinan air terjun. Umumnya yang ikut pelatihan para mahasiswa di sekitar Depok. Pelatihan dimulai dari yang termudah, yakni membuat miniatur air terjun di media terbuka. Inilah berbagai Curug Gentong hasil kreasi ibu Ritta Rico. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari yang berukuran kecil, sedang, hingga besar. Semuanya tampak indah dan menyejukkan mata. Kerajinan Curug Gentong ini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta sekitarnya, serta berbagai kota besar di pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Harganya bervariasi, mulai dari 150 ribu hingga 750 ribu rupiah.Tim liputan: Asep Syaifullah & Damar Galih(Helmi Azahari)
Langganan:
Postingan (Atom)



