Ikan koi memang indah. Corak kulitnya yang berwarna-warni, dan gerakannya yang lincah gemulai, membuat ikan ini banyak disukai orang. Dahulu kala, ikan koi merupakan piaraan para raja di China.
Namun kini ikan koi kualitas terbaik lebih banyak dikemba
ngbiakkan di Jepang. Karena itu, beberapa jenis ikan koi terkenal, namanya berbau Jepang, seperti jenis Kohaku, Taaisho sanhoku, Showa sanshoku, Bekko dan Utsirimono.
Erick Jonathan merupakan salah seorang importir ikan koi. Di kolam miliknya di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, dia mengoleksi banyak ikan koi yang diimpor dari Jepang.
Karena corak warna sisiknya yang indah, ikan koi diyakini dapat menghilangkan stress. Selain itu juga dipercaya mendatangkan keberuntungan bagi orang yang memeliharanya. Karena itu, tidak heran meskipun harganya mahal, ikan koi banyak dicari orang.
Ikan koi biasanya dipelihara di kolam, bukan di aquarium. Karena ikan ini tampak lebih indah bila dilihat dari atas.
Untuk memelihara ikan koi, selain pakan yang berkualitas, yang harus paling diperhatikan adalah air kolamnya. Ikan koi hanya dapat hidup dengan baik di kolam yang airnya jernih dan banyak mengandung oksigen.
Ikan koi yang memiliki panjang 25 hingga 30 centimeter sudah dapat dijual. Harganya juta-an rupiah. Setelah dipelihara selama 5 hingga 6 tahun, ukurannya bisa mencapai 80 centimeter, dan harganya melonjak menjadi puluhan kali bahkan hingga ratusan kali lipat.
Ikan koi memang mahal. Memeliharanyapun memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karena itu tidak heran bila ikan koi lebih banyak dikoleksi oleh kalangan menengah ke atas. Menurut sejarahnya, ikan koi memang bukan ikan biasa, tetapi ikan piaraan para raja.Tim liputan: Albert Bembot, Asep Syaifullah, Ahmad Susanto & Mugiwiyono(Helmi Azahari)
Tampilkan postingan dengan label Ikan Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Hias. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Maret 2008
Kamis, 27 Maret 2008
Budidaya Ikan Koi
Liukan sekelompok ikan koi yang sedang diberi makan ini terlihat sempurna dan penuh keindahan. Selaras dengan keindahan tubuhnya, ikan koi juga merupakan ikan pembawa keberuntungan. Karena itu, ikan ini tidak hanya layak dikoleksi, tetapi juga dibudidayakan. Salah satu tempat budidaya ikan koi adalah Koi Collection milik Roni, di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Untuk mencapai Koi Collection milik Roni, dapat melalui Jalan Tol Jagorawi, keluar pintu tol Jati Asih, lalu mengambil arah ke Komsen. Letaknya di Desa Jati Asih, Kecamatan Jati Asih, Bekasi. Tempat ini merupakan salah satu pilihan pehobi ikan koi menambah koleksinya. Disini sang pemiliknya, Roni, membudidaya ikan koi dengan konsep kembali ke alam Indonesia. Konsep versi Roni ini memberi naungan pada kolam koi dengan bangunan berbahan bambu dan beratap rumbia. Walau sepintas tampak sederhana, namun koleksi ikan koi Roni tidak sesederhana naungan atap dan tiang bambunya. Koleksi koi disini kerap menyabet berbagai gelar bergengsi pada kontes ikan koi. Cyprinus capriyo merupakan nama Latin ikan koi yang mempunyai kekerabatan yang sama dengan ikan mas. Konon, ikan mas merupakan nenek moyang ikan koi. Oleh karena itu, ikan koipun bisa dikonsumsi. Di negara asalnya Jepang, ikan koi bisa mencapai panjang maksimum 120 cm. Sedangkan di Indonesia ikan koi baru bisa mencapai panjang maksimum 75 cm. Ikan koi termasuk ikan yang berumur panjang. Konon ikan koi milik Kekaisaran Jepang mencapai umur 120 tahun, dengan panjang 120 cm. Ini adalah ikan koi terbesar disini. Jenisnya showa. Jenis showa ditandai dengan kombinasi tiga warna, hitam, putih dan merah. Showa ini panjangnya mencapai 75 cm. Ikan koi disini jumlahnya sekitar 3 ribu ekor. Panjangnya antara 15 cm sampai 75 cm. Harganya mulai dari 100 ribu hingga i25 juta rupiah per ekor. Kolam ikan koi disini sengaja dibuat lebih dalam. Rata-rata kedalamannya 1,5 m. Sedangkan ikan koi di kolam taman milik pehobi, kedalamannya berkisar setengah meter hingga satu meter. Dengan perawatan yang cermat dan kecintaannya terhadap ikan koi, Roni mampu menghasilkan ikan koi berkualitas unggulan, yang mampu menembus pasar ekspor di luar negeri, seperti Jerman dan Belanda.Tim liputan: Joni Suryadi & Agung Nugroho(Helmi Azahari)
Rabu, 26 Maret 2008
Budidaya Ikan Arwana Super Red
Penampilan ikan arwana super red memang mempesona. Sosoknya yang gagah, dengan warna sirip yang terang menyala, menjadikan ikan ini sebagai ikan hias air tawar terfavorit yang banyak digemari masyarakat. Kelebihan ikan arwana super red terletak pada setiap jengkal tubuhnya. Mulai dari sisiknya, mata, sungut depan, sirip hingga ekornya. Tidak heran bila harganya sangat mahal. Untuk ikan anakan ukuran 10 centimeter dihargai tiga setengah juta rupiah. Sedangkan ikan arwana super red dewasa harganya dapat mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Salah satu lokasi pembesaran ikan arwana super red terletak di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, yang dikelola oleh Edo Kristianto. Untuk mencapai lokasinya dapat mengambil arah ke Jalan Raya Joglo, Srengseng, Jakarta Barat. Deretan aquarium ini hanya dipergunakan untuk proses pembesaran saja. Sedangkan proses pembenihannya dilakukan di habitat asalnya di Pontianak, Kalimantan Barat. Di tempat ini terdapat sekitar 1.500 ikan arwana super red. Budidaya ikan arwana super red ini telah ditekuni Edo Kristianto sejak tahun 1997 lalu. Berawal dari hobi yang kemudian dikembangkan menjadi usaha yang menguntungkan. Berbagai ukuran ikan arwana super red terdapat disini, namun yang penampilannya menawan dan dapat dinikmati adalah yang berusia diatas satu tahun. Budidaya ikan arwana super red cukup sulit, harus dilakukan di aquarium khusus dengan air yang jernih. Bila air tidak jernih, dapat menimbulkan penyakit jamur yang mematikan.Agar ikan tumbuh sehat, pakannya harus dijaga. Makanannya dapat berupa, kodok, udang, jangkrik dan ulat jerman. Anakan ikan arwana super red yang banyak diperjual belikan umumnya yang berukuran 10 CM. Harganya sekitar tiga setengah juta rupiah. Di tempat ini terdapat beberapa ikan arwana super red unggulan, seperti ikan yang diberi nama petinju terkenal Rocky Balboa. Ada juga yang diberi nama petinju Oscar de Lahoya. Ikan ini pernah memenangkan kontes ikan arwana di Singapura. Semakin dewasa usianya, penampilan ikan arwana super red semakin menawan, seperti ikan yang diberi nama selendang sutera ini. Harganya bisa mencapai 60 juta rupiah per ekor. Untuk menjaga agar tidak dicuri, ikan arwana super red dipasang microchip, yang berisi data asal usulnya.Ikan arwana super red ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga diekspor ke Filipina, Taiwan, Thailand, Kanada dan beberapa negara Eropa. Harga untuk pasaran ekspor sekitar 1100 dolar Amerika Serikat per ekor untuk ikan ukuran sedang. Sebelum diekspor ikan arwana super red di karantina dengan ditempatkan di dalam aquarium khusus. Setiap aquarium berisi satu ekor ikan arwana. Ikan ini juga telah dilengkapi microchip yang berisi data-data asal usulnya. Setiap bulannya tidak kurang dari 100 ekor ikan arwana super red diekspor ke luar negeri.Asep Syaifullah & Ahmad Susanto(Helmi Azahari)
Langganan:
Postingan (Atom)


